Kang Deden

Tidak ada awal, akhir ataupun pertengahan, sebab yang ada hanyalah perjalanan.

Kang Deden

Orang besar ialah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Kang Deden

Berlarilah mengejar impian. Disana terdapat indahnya kehidupan.

Kang Deden

Berjalanlah, engkau akan mendapatkan banyak pelajaran.

Kang Deden

Tenangkan hatimu, karena itu sumber kebahagiaan.

Minggu, 24 Maret 2013

Bukan Pertanyaan



Maukah kau tanya
Pada orang yang tak
Punya kesibukan apa-apa
Apa bedanya siang malam
Pasti dijawabnya sama saja

Maukah kau tanya
Pada orang yang
tak punya cinta
Apa arti beri dan terima
Dijawabnya tak memiliki makna

Maukah kau tanya
Pada orang yang
Punya banyak hambatan
Apa rasanya buah durian
Dijawabnya tak ingin memakannya

Maukah kau tanya
Pada orang yang
Selalu dirundung sedih
Apa rasanya minum jus mangga
Jawabnya biasa saja

Maukah kau tanya
Pada orang yang
Tak pernah merasa rindu
Apa artinya jarak dan waktu
Dijawabnya itu angin lalu

Dan coba kau tanya
Pada orang yang
Tak memiliki harapan
Apa arti masa depan
Dijawabnya itu bukan pertanyaan

Ankara, 21 Maret 2013

Minggu, 17 Maret 2013

Cerita Suatu Sore


Lagu Sevgili milik Mustafa Ceceli berdendang dari ponsel saya saat menulis ini cerita. Sore tadi usai shalat Ashar saya melihat anak-anak kecil berlarian di dalam masjid terbesar di Ankara. 

Muhammet (5tahun) dan Ikra (1tahun) adalah dua orang kakak dan adik yang bermain diantara banyak anak-anak di pertengahan masjid. Kakek mereka, Omer, memberikan isyarat kepada mereka berdua untuk tidak berbuat gaduh.

Sabtu sore ini memang pengunjung Masjid Kocatepe terlihat lebih ramai dari biasanya. Saya memperhatikan mereka dari jauh. Kemudian saya berjalan ke arah mereka. Dan saya menyapa mereka. Sebelumnya saya bertanya siapa nama anak kecil ini, ibu dari anak itu menjawab Ikra, satunya lagi kakaknya adalah Muhammet.

Omer, kakek sekaligus ketua rombongan keluarga besar itu mendekati saya. Kemudian kami berbincang-bincang. Omer mengaku sudah berkeliling Turki sekitar 15 hari bersama keluarga besarnya, ke Istanbul, Izmit dan kemudian Ankara. Omer berasal dari Erzurum, wilayah timur Turki. Sekitar 12 jam perjalanan melalui darat antara Ankara dan Erzurum.

Omer yang memiliki dua putera, lima puteri dan beberapa cucu itu memang menyukai jalan-jalan, terlebih mengunjungi situs sejarah Islam di Turki. Misalnya saat berkunjung ke Ankara keluarga Omer mengunjungi masjid-masjid yang megah dan bersejarah. Dalam agenda jalan-jalannya ia selalu membawa anak dan cucu-cucunya. Ia berpikir kalau anak dan cucunya harus mengenal sejarah nenek moyangnya.

Di tengah pembicaraan saya dan Omer, salah satu keponakan Omer yang puteri yang sudah menikah dengan orang Ankara menanyakan kepada saya, apakah saya masih sendiri? Saya jawab sembari tersenyum, ya. Dalam hati saya berkata penting gitu pertanyaan gini. Hahaha. Namun kemudian ia mengatakan, siapa tahu kamu tertarik dengan wanita Turki. Ia menambahkan, bahwa kita tidak tahu akan nasib kita, akan jodoh kita bukan? Hmm, saya mengamini yang terakhir dengan mengangguknya.

Lalu Omer kembali bertanya pada saya, apakah dari masjid Kocatepe ini menuju masjid Haji Bayram itu jauh? Saya menjawab, tidak begitu jauh, tetapi tidak juga memungkinkan untuk jalan kaki karena banyak anak kecil yang ikut dalam rombongan Omer. Sebaiknya, ujar saya, rombongan Omer menggunakan mobil saja. Masjid Haji Bayram adalah salah satu masjid tertua di Ankara, berdiri sejak tahun 1.500-an masehi.

Di akhir pembicaraan itu Omer mengajak saya untuk berphoto bersama-sama keluarganya sebelum kami berpisah. Dan, Eyub, anak Omer mencatat nomor hape saya. Eyub mengatakan, siapa tahu anda bepergian ke Erzurum, dan keluarganya siap menampung saya. "Cok Tesekkur Ederim," kata saya.

Usai Omer dan keluarganya keluar dari masjid Kocatepe, anak-anak kecil lainnya masih asik bermain di masjid yang berdiri pada abad ke-20 namun bercorak arsitek kesultanan Turki Usmani itu. Anak-anak kecil itu meski bermain saat ini, suatu saat mereka akan mengingatnya di saat dewasa bahwa masjid itu bagian dari diri mereka. Meski terkadang membuat gaduh, namun permainan anak kecil di dalam masjid itu menjadi semacam hiburan.

Masjid dengan kubah besar dan menara empat tiang yang menjulang ke angkasa ini setiap hari selalu dikunjungi oleh banyak wisatawan yang ingin melaksanakan shalat berjamaah atau hanya sekadar berphoto dan melihat-lihat saja. Dan saya selalu terperangah dengan kecantikan masjid ini. 

Jumat, 15 Maret 2013

Bekal ke Kampung Akhirat


(Disampaikan pada Pengajian Ibu-ibu Al-Hikmah Ankara, Selasa, 12 Maret 2013)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang dengan rahmat dan nikmat yang diberikanNya berupa nikmat iman dan Islam kita dapat berkumpul di pengajian ini. Shalawat serta salam kita hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebab Allah dan para malaikat pun menghadiahkan shalawat dan salam kepada manusia yang sempurna di muka bumi ini.

Kajian kali ini seperti yang diminta oleh Puan Rumah Ibu Eka, kita mengaji tentang bekal apa yang akan kita bawa ke alam akhirat nanti. Baiklah mari kita mulai. Cerita ini saya kutip dari laman muslim.or.id. bahwa suatu ketika Khalifah kaum muslimin yang ketiga Utsman bin Affan RA jika melihat kuburan beliau menangis mengucurkan air mata hingga membasahi jenggotnya.

Suatu hari ada seorang yang bertanya: “Tatkala mengingat surga dan neraka engkau tidak menangis, mengapa engkau menangis ketika melihat perkuburan?” Utsman pun menjawab, “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya liang kubur adalah awal perjalanan akhirat. Jika seseorang selamat dari (siksaan)nya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah. Namun jika ia tidak selamat dari (siksaan)nya maka (siksaan) selanjutnya akan lebih kejam.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “hasan gharib”. Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Misykah al-Mashabih)

Bagaimanakah perjalanan seseorang jika ia telah masuk di alam kubur? Hadits panjang al-Bara’ bin ‘Azib yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Imam al-Hakim dan Syaikh al-Albani menceritakan perjalanan para manusia di alam kuburnya:

Suatu hari kami mengantarkan jenazah salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari golongan Anshar. Sesampainya di perkuburan, liang lahad masih digali. Maka Rasulullah SAW pun duduk (menanti) dan kami juga duduk terdiam di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung gagak yang hinggap.

Rasulullah SAW memainkan sepotong dahan di tangannya ke tanah, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda, “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur!” Beliau ulangi perintah ini dua atau tiga kali.

Kemudian beliau SAW bersabda: “Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang.

Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut. Malaikat pencabut nyawa itu berkata, ‘Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya’. Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil. 

Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula. Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.

Kemudian nyawa yang telah dikafani itu diangkat ke langit. Setiap melewati sekelompok malaikat di langit mereka bertanya, ‘Nyawa siapakah yang amat mulia itu?’ ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’, jawab para malaikat yang mengawalnya dengan menyebutkan namanya yang terbaik ketika di dunia.

Sesampainya di langit dunia mereka meminta izin untuk memasukinya, lalu diizinkan. Maka seluruh malaikat yang ada di langit itu ikut mengantarkannya menuju langit berikutnya. Hingga mereka sampai di langit ketujuh.
Di sanalah Allah berfirman, ‘Tulislah nama hambaku ini di dalam kitab ‘Iliyyin. Lalu kembalikanlah ia ke (jasadnya di) bumi, karena darinyalah Aku ciptakan mereka (para manusia), dan kepadanyalah Aku akan kembalikan, serta darinyalah mereka akan Ku bangkitkan.’

Lalu nyawa tersebut dikembalikan ke jasadnya di dunia. Lantas datanglah dua orang malaikat yang memerintahkannya untuk duduk. Mereka berdua bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Rabbku adalah Allah’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’, ‘Agamaku Islam’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi, ‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Beliau adalah Rasulullah SAW” jawabnya.

‘Dari mana engkau tahu?’ tanya mereka berdua. ‘Aku membaca Al-Qur’an lalu aku mengimaninya dan mempercayainya’. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit yang menyeru, ‘(Jawaban) hamba-Ku benar! Maka hamparkanlah surga baginya, berilah dia pakaian darinya lalu bukakanlah pintu ke arahnya’. Maka menghembuslah angin segar dan harumnya surga (memasuki kuburannya) lalu kuburannya diluaskan sepanjang mata memandang.

Saat itu datanglah seorang (pemuda asing) yang amat tampan memakai pakaian yang sangat indah dan berbau harum sekali, seraya berkata, ‘Bergembiralah, inilah hari yang telah dijanjikan dulu bagimu’. Mukmin tadi bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kebaikan’. ‘Aku adalah amal salehmu’ jawabnya. Si mukmin tadi pun berkata, ‘Wahai Rabbku (segerakanlah datangnya) hari kiamat, karena aku ingin bertemu dengan keluarga dan hartaku.

Adapun orang kafir, di saat dia dalam keadaan tidak mengharapkan akhirat dan masih menginginkan (keindahan) duniawi, turunlah dari langit malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya. Saat itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’.

Maka nyawa orang kafir tadi ‘berlarian’ di sekujur tubuhnya. Maka malaikat pencabut nyawa tadi mencabut nyawa tersebut (dengan paksa), sebagaimana seseorang yang menarik besi beruji yang menempel di kapas basah.

Begitu nyawa tersebut sudah berada di tangan malaikat pencabut nyawa, sekejap mata diambil oleh para malaikat bermuka hitam yang ada di sekelilingnya, lalu nyawa tadi segera dibungkus dengan kain mori kasar. Tiba-tiba terciumlah bau busuk sebusuk bangkai yang paling busuk di muka bumi.

Lalu nyawa tadi dibawa ke langit. Setiap mereka melewati segerombolan malaikat mereka selalu ditanya, ‘Nyawa siapakah yang amat hina ini?’, ‘Ini adalah nyawa fulan bin fulan’ jawab mereka dengan namanya yang terburuk ketika di dunia. Sesampainya di langit dunia, mereka minta izin untuk memasukinya, namun tidak diizinkan. Rasulullah membaca firman Allah:

Kemudian nyawa tadi dikembalikan ke jasadnya, hingga datanglah dua orang malaikat yang mendudukannya seraya bertanya, ‘Siapakah rabbmu?’, ‘Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Mereka berdua kembali bertanya, ‘Apakah agamamu?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ sahutnya. Mereka berdua bertanya lagi,

‘Siapakah orang yang telah diutus untuk kalian?’ “Hah hah… aku tidak tahu’ jawabnya. Saat itu terdengar seruan dari langit, ‘Hamba-Ku telah berdusta! Hamparkan neraka baginya dan bukakan pintu ke arahnya’. Maka hawa panas dan bau busuk neraka pun bertiup ke dalam kuburannya. Lalu kuburannya di ‘press’ (oleh Allah) hingga tulang belulangnya (pecah dan) menancap satu sama lainnya.

Tiba-tiba datanglah seorang yang bermuka amat buruk memakai pakaian kotor dan berbau sangat busuk, seraya berkata, ‘Aku datang membawa kabar buruk untukmu, hari ini adalah hari yang telah dijanjikan bagimu’.

Orang kafir itu seraya bertanya, ‘Siapakah engkau? Wajahmu menandakan kesialan!’, ‘Aku adalah dosa-dosamu’ jawabnya. ‘Wahai Rabbku, janganlah engkau datangkan hari kiamat’ seru orang kafir tadi. (HR. Ahmad dalam Al-Musnad (XXX/499-503) dan dishahihkan oleh al-Hakim dalam Al-Mustadrak (I/39) dan al-Albani dalam Ahkamul Janaiz hal. 156)

Maka apa syarat agar kita mendapatkan tempat yang terbaik di akhirat yang dinamakan surga? Jawabannya adalah takwa. Apa itu syarat menjadi manusia takwa? Syarat takwa adalah pertama,  percaya kepada yang ghaib. Kedua, mendirikan shalat. Ketiga, memberikan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya alias berderma atau bersedekah.  Keempat, percaya kepada apa yang diturunkan kepada engkau (Muhammad SAW) dan apa yang diturunkan sebelum engkau. Dan kelima percaya kepada akhirat.

Sekarang apa itu akhirat? Akhirat adalah berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti hari akhir. Secara maknawi akhirat dapat berarti bahwa hari kebangkitan setelah kematian. Akhirat banyak disebut dalam Alqur’an sebanyak 115 kali yang mengisahkan tentang hari kakhir atau hari kebangkitan. Akhirat juga termasuk dalam rukun iman yaitu percaya kepada hari akhir.

Menurut hadits, ada empat perkara apabila diberikan kepada seseorang sesungguhnya ia telah memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, yaitu : Pertama, Hati yang senantiasa bersyukur. Kedua, Lisan yang senantiasa berdzikir. Ketiga, Tubuh yang senantiasa sabar dalam menanggung musibah. Keempat, Istri yang tidak pernah berkhianat baik terhadap dirinya atau terhadap harta benda suaminya. Hadits riwayat Tarmidzi & Ibnu Hibban.

Mari kita bahas satu-persatu, yang pertama adalah Hati yang senantiasa bersyukur. Dalam surat Ar-Rahman (55) disebutkan satu ayat yang diulang berkali-kali hingga 31 kali. Ayat tersebut adalah “Fabi-Ayyi Ala-I Rabbikuma Tukazziban” yang artinya adalah “Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?”

Mengapa Allah berulang kali mengulang ayat tersebut? Jawaban pastinya hanya Allah yang Mahatahu. Tapi menurut tafsiran saya bahwa kita sebagai manusia memang sering lupa akan nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita. Kita kadang teringat dengan nikmat itu di kala kita sempit. Di kala kita sakit. Di kala kita sedih dan lain sebagainya yang serupa.

Bahkan dalam sebuah ayat dikatakan, jikalau saja pohon-pohon dijadikan pena dan air lautan dijadikan tintanya, maka nikmat Tuhan tidak pernah bisa dilukiskan dengan tuntas. Meski demikian, meski dengan banyaknya nikmat Tuhan itu kita selalu saja mengeluh dengan apa yang menimpa kita. Dengan apa hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita. Maka dengan begitu kita harus selalu bersyukur dengan apa yang saat ini kita lakukan dalam hidup ini yang sesuai dengan syariat Islam.

Yang kedua adalah Lisan yang senantiasa berdzikir. Ini adalah kenikmatan yang luar biasa. Sebab jika kita sudah membiasakan zikir kepada Allah di setiap waktu, maka apapun keadaan kita, maka kita tidak akan sedih. Sebab hanya dengan berzikirlah maka hati kita akan tenang.

Ada sebuah ungkapan. Hakikat rumah itu ada di dalam hati kita. Dalam jiwa kita. Meski kita berada di tanah asing, jika kita sudah memiliki rumah itu maka kita akan tenang. Bagaimana membangun rumah itu? Menurut saya membangun rumah yang sebenarnya yaitu dengan perbanyak zikir kepada Allah SWT.

Bukankah Allah sering menyebutkan dalam firmanNya agar kita sebagai Muslim banyak berzikir di setiap waktu, di pagi hari, di malam hari dan di siang hari. Berzikir senantiasa di saat kita bangun, di saat kita berdiri, di saat kita duduk, disaat kita berbaring, di saat bekerja dan sebagainya. Jika bangunan rumah kita kokoh dengan zikir maka semuanya akan terasa nikmat. Insya Allah.

Seperti apa yang sering disebutkan oleh Ustadz Yusuf Mansur bahwa kita harus selalu zikir dan mengingat Allah. Sesibuk apapun itu kita harus prioritaskan tiga hal. Pertama Allah dulu. Kedua, Allah lagi. Dan ketiga, Allah terus. Artinya bahwa kita manusia ini milik Allah dan akan kembali kepadaNya.

Yang ketiga adalah tubuh yang senantiasa sabar dalam menanggung musibah. Sabar pada hakikatnya bisa dibagi menjadi tiga bagian. Pertama sabar dalam menjalankan semua perintah Allah, kedua sabar terhadap larangan-larangan Allah dan ketiga adalah sabar dalam menimpa musibah.

Yang harus kita lakukan jika mendapat musibah adalah kita harus mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sesunggunya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepadaNya. Jadi, tidak ada musibah dan kejadian di muka bumi ini tanpa sepengetahuan Allah, Tuhan alam semesta ini.

Sabar memang bukan teori tapi itu adalah praktek. Orang mungkin dengan mudah mengatakan sabar tapi susah untuk melakukannya. Bukan orang yang sabar yang suka mengatakan kalau dirinya sudah sabar. Seperti kata-kata berikut ini,  saya ini sudah sabar tapi.. dan seterusnya ini yang menjadikan dia tidak sabar. Sabar itu tidak mengenal waktu.

Meski begitu, Allah memberikan janjiNya. Dan janji Allah selalu tepat. Bahwa berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar yang jika ditimpa musibah mengatakan bahwa  mengatakan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kita akan kembali kepadaNya. Jadi setelah musibah pasti ada kenikmatan.

Bahkan bisa jadi musibah itu adalah kenikmatan itu sendiri. Kok bisa? Iya, karena saat musibah itulah kita dapat mendekatkan diri kepada Allah. Kita langsung mengadu kepada Allah. Kita bisa menangis di atas sajadah dalam dua pertiga malam. Bukankah Allah sangat senang dengan isakan tangis hambaNya yang merengek meminta kasih sayangNya? Jadi kita harus menjadikan musibah ini menjadi kenikmatan.

Dan keempat adalah Istri yang tidak pernah berkhianat baik terhadap dirinya atau terhadap harta benda suaminya. Kenapa harus istri? Sebab istri adalah madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jika sekolahnya benar dan lurus, maka semuanya akan benar dan lurus, insya Allah.

Logiknya begini. Anak yang baik terlahir dari keluarga yang baik. Keluarga yang baik terjadi jika ibu dari keluarga itu baik. Maka, ibu-ibu yang baik itu adalah istri yang shalihah. Istri-istri yang shalehah ini yang akan menjadikan sebuah masyarakat baik. Dan masyarakat yang baik itu terdiri atas keluarga-keluarga yang baik. Dan Negara yang baik adalah terdiri atas masyarakat-masyarakat yang baik. Dan itu bisa terjadi jika semua ibu-ibu itu adalah istri-istri yang shalihah. 

Dan dunia ini adalah perhiasan. Sebaik-baiknnya perhiasan adalah wanita shalihah. Dan istri shalihah adalah perhiasan yang paling indah di dunia maupun akhirat. Istri shalehah inilah yang tidak pernah berkhianat baik terhadap dirinya atau terhadap harta benda suaminya. Jadi seorang lelaki akan menjadi bahagia di dunia dan akhirat jika mendapatkan istri yang shalihah. Wallahu a’lam bisshawab.

Demikian pemaparan kajian pada Pengajian Al-Hikmah kali ini. Mohon maaf jika banyak kesalahan dan itu datangnya dari saya pribadi. Dan jika ada kebenaran, itu mutlak datangnya dari Allah SWT.

Kamis, 28 Februari 2013

Zikir


(Disampaikan pada Pengajian Ibu-ibu “Al-Hikmah” Ankara, Rabu, 27 Februari 2013)

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT, karena nikmat iman dan Islam kita bisa berkumpul di sini. Dan hampir satu bulan, baru kali ini saya bisa berkumpul di sini karena ada beberapa kegiatan dan kewajiban saya yang tidak bisa ditinggalkan. Shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW.

Kali ini kita membahas tentang Zikir. Sebenarnya tuan rumah, Mbak Bintari, meminta lebih fokus kepada bacaan zikir apa saja yang kita baca usai shalat. Tapi sebelum kita membahas mengenai itu, mari kita membahas tentang makna zikir.

Ada tiga makna zikir. Pertama, artinya Alquran, kedua artinya shalat dan ketiga artinya mengingat. Dalam sebuah ayat disebutkan bahwa, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Azzikra (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (Q.S. Alhijr: 9).

Ayat lainnya yang menerangkan demikian adalah, Dan Kami turunkan kepadamu Azzikra (Alquran), agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan (Q.S. Annahl: 44).

Dalam ayat-ayat ini, dituliskan bukan kata Alquran langsung melainkan kata Azzikra (zikir) secara harfiah, namun secara maknanya adalah Azzikra itu Alquran. Artinya dengan membaca Alquran kita otomatis akan mengingat Allah SWT, Pencipta alam semesta ini.

Ada sebuah kisah, pada suatu waktu Umar bin Khattab marah, ketika mendengar kabar bahwa Nabi Muhammad SAW meninggal, sambil menghunus pedang ia berseru, siapa yang mengatakan bahwa Rasul telah meninggal! Lalu Abu Bakar datang menghampirinya sambil membacakan ayat, “wa maa muhammdun illa rasuul..”

Yang artinya “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul, Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?” (Q.S. Ali Imran: 144). Seketika itu pula Umar sadar, lalu berkata, seolah-olah ia belum pernah mendengar ayat ini.

Kedua zikir berarti shalat. Dalam sebuah ayat disebutkan, bahwa, Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Q.S. Thaha: 14)

Ayat lainnya menyebutkan, Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Alankabut: 45)

Sebuah kisah menyebutkan bahwa orang-orang Thaif adalah kaum yang paling terlambat menerima Islam, dan akhirnya mereka menerima Islam dengan persyaratan bahwa meraka hanya akan melaksanakan kewajiban shalat saja, sementara kewajiban yang lainnya, mereka belum siap melaksanakannya. Akhirnya, Rasul pun mengabulkan persyaratan mereka tersebut.

Setelah mereka menjalankan ibadah shalat, dan meresapi setiap bacaan shalat, akhirnya meraka sadar lalu menghadap Rasulullah, dan berkata, ya Rasulullah, dulu kami menolak untuk melaksanakan, zakat, shaum, dan kewajiban yang lainnya, sekarang kami sadar, dan siap untuk melaksanakan semua kewajiban yang yang diperintahkan kepada kami. Ini menjadi bukti bahwa dengan shalat yang benar, ternyata mereka menjadi sadar.

Apalagi bagi Rasulullah, jika beliau menghadapi suatu urusan yang tegang, berat, atau bahasa sekarangnya galau, maka Nabi biasanya suka shalat dua rakaat, untuk menenangkan, menyegarkan, dan berpikir lebih jernih.

Makna ketiga yaitu mengingat. Dalam Alquran disebutkan, bahwa, Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (Q.S. Alahzab: 41-43)

Dalam ayat di atas tersurat bahwa kita diperintahkan untuk berzikir sebanyak-banyaknya. Kapan pun dan dimana pun. Tak mengenal waktu dan tempat. Artinya bahwa kita harus mengingat yang menciptakan kita, karena hanya dengan mengingat Allah-lah hidup kita akan tenang dan nyaman. Begitulah janjinya seperti yang tertera dalam sebuah ayat, yang menyatakan bahwa, Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Arra’du: 28).

Melaksanakan zikir ada dua macam, secara lahir maupun batin. Artinya bisa bersuara maupun tidak, atau hanya berzikir dalam hati. Dan tentu zikir yang baik adalah zikir yang secara sadar kita melaksanakannya dengan ikhlas. Karena jika sudah begitu balasannya adalah kenikmatan yang tiada tara yang datang langsung dari Allah SWT.

Sekarang, kita masuk ke dalam pembahasan tentang bacaan zikir setelah shalat. Sebenarnya tidak ada patokan khusus dalam hal ini. Selain itu, bacaan zikir ini juga bisa secara zahir atau dengan bersuara atau juga bisa secara batin, alias tanpa suara.

Bacaan transliterasi zikir setelah salat. Pertama adalah, istighfar, memohon ampunan, bacaannya adalah, Astaghfirullaahal'azhiim, alladzi laa ilaha illa huwal-hayyul-qayyumu, wa atuubu ilaih. 3X.

Selanjutnya kita membaca, Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul-mulku walahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syay-in qadiir. 3X.

Lallu kita membaca, Allaahumma antas-salaamu wa minkas-salaamu wa ilaika ya'udus-salaamu, fa hayyinaa rabbanaa bissalaami, wa adkhilnal-jannata daarus-salaami, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalaita ya dzal-jalaali wal-ikraam.

Kemudian kita membaca, Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi Rabbil-‘aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumid-diin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinas-shiraatal-mustaqiim. Siraathal-ladziina ’an‘amta ‘alaihim, ghairil-maghdhuubi ’alaihim, walad-dhaalliin. Aamiin. (Al Fatihah).

Dan kita membaca tasbih yaitu, Subhaanallaah 33X, kemudian tahmid, Alhamdulillah 33X dan takbir yakni, Allahu Akbar 33X. Dan lalu kita membaca, Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syay-in qadiir. Wa laa haula wa laa quwwata illa billahil-‘aliyyil-aziim.

Selanjutnya kita membaca, Allahu laa ilaaha illa huwal-hayyul-qayyumu. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil-ardhi. Man dzal-ladzii yasfa'u 'indahuu illaa bi-idznihi. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi-syai-in min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardha. Wa laa ya-udhuu hifzhuhumaa wahuwal-'aliyyu- azhiim. (Ayat Kursi, Al Baqarah: 255)

Dan lalu kita membaca tiga surat terakhir dalam Alquran, yaitu surat Alikhlas, surat Alfalaq dan surat Annas. Kemudian baru kita membaca doa.

Demikian pemarakan pada kajian kali ini. mohon maaf bila banyak kesalahan dan itu datangnya dari saya pribadi. Dan jika ada kebenaran itu mutlak datangnya dari Allah SWT. Wallahu ‘alam bisshawab. 

Rabu, 27 Februari 2013

Malam


hai malam berdamailah
jangan kau siksa
orang yang gundah gulana
nan galau
malam, katakan padanya
bahwa semuanya
baik-baik saja
sebab dirimu akan berubah
menjadi pagi
yang selalu berganti
jika ia tak sadar juga
sudah tinggalkan saja
buat apa memaksanya
menjadi sadar
sebab
kesadaran paksaan
akan menambah rasa
sakit dalam dada
malam harusnya kau
mengerti mengapa ia begitu
memang semua tak
seindah yang berlaku
dan tentu
hidup selalu begitu
tanpa dugaan
berkelok menanjak dan
menikung tajam
tak ada satu pun
yang mempu menghentikannya
sudahlah,
tak perlu lagi bertanya
sebab pertanyaan
akan membahayakan
apalagi menerka-nerka
terkaan itu jika benar
menenangkan dada yang sesak
dan jika salah
menambah sesak
malam, harusnya
kau katakana padanya
jadilah seperti air
mengalir tanpa beban
tanda bahwa ia
merelakan alurnya
malam, kalau ia
tak juga mendengar
kata-katamu
tulislah surat untuknya
agar, jika ia
tak ingin membacanya
saat ini
ia bisa kapan saja
membacanya saat ia
benar-benar ingin
membaca suratmu
tulikan dalam surat itu
bahwa
berlari menjauh
dari semua ini
akan menjadi sia-sia
sekuat apa pun berlari
sekuat itu pula
ia akan mengikutinya
sebaiknya hadapi saja
menerjang badai
yang tak diinginkan
jika ia kuat menghadangnya
ia akan jaya dalam hidupnya
jika mengelak
ia akan kalah telak
malam, kalau ia
tidak juga membaca suratmu
rekamlah suaramu
dan bacalah surat itu
jika perlu
kau bisa juga menambah
kata dan kalimat
yang bisa memberi
kekuatan dalam
mengirimkan pesanmu
katakan juga padanya
bertahanlah sekuat hati
sebab dari hati
semuanya akan terberkati

ankara, 26.02.2013 malam

Selasa, 26 Februari 2013

Dua Buah Pusara (India-Habis)


(Telah dimuat di Republika, Selasa, 26 Februari 2013)

Setelah melewati barisan antrean yang panjang, akhirnya saya memasuki gedung yang semuanya terbuat dari marmer putih. Para petugas di gedung yang penuh dengan ukiran kaligrafi dari ayat-ayat Alquran itu begitu ketat menahan arus para pengunjung.

Para pengunjung berdiri untuk beberapa waktu dan kemudian bergilir melihat apa yang ada di dalam Taj Mahal. Dari kejauhan terlihat pagar melingkar di tengah-tengah gedung. Saya berusaha menerobos barisan agar dapat melihat apa yang ada di dalam pagar. 

Rupanya di dalam hanya ada dua buah pusara. Satu pusara lebih besar dari satu pusara lainnya. Satu pusara untuk Raja Shah Jahan dan satunya lagi untuk istrinya Mumtaz Mahal.

Taj Mahal yang terletak di tebing Sungai Yamuna, Agra, India, merupakan makam yang dibangun oleh Raja Shah Jahan (1614-1666) sebagai monumen peringatan untuk Mumtaz Mahal, istrinya yang ketiga.

Pembangunannya dimulai pada 1632 dan berdiri pada 1648. Taj Mahal merupakan contoh terbaik seni bangu- nan Kerajaan Mughal yang menggabungkan seni bangunan Persia, Turki, India, dan gaya seni bangunan Islam. Arsitek utama bangunan ini ialah Ustaz Ahmad Lahauri.

Taj Mahal merupakan sebuah kompleks terpadu yang merangkum bagian makam, dewan, taman rekreasi, masjid, menara penin- jau, dan lain-lain. Pada 1983, UNESCO telah menetapkan Taj Mahal sebagai Warisan Dunia yang perlu dilindungi. Bangunan ini dijuluki \"permata seni bangunan Islam\".

Pada 1631, Shah Jahan, raja semasa puncak keagungan Dinasti Mughal dilanda kesedihan karena istri ketiganya, Mumtaz Mahal, mening- gal. Sang istri meninggal akibat melahirkan anak ke-14 mereka, Gauhara Begum. Pem - bangunan Taj Mahal dimulai pada 1632, setahun setelah kematiannya. Pusara utama berdiri pada 1648 dan bangunan sekelilingnya berdiri lima tahun kemudian.

Taj Mahal menggabungkan dan mengem- bangkan reka bentuk tradisi seni bangunan Persia dan seni bina Mughal awal. Inspirasi khusus datang dari Dinasti Timurid dan bangunan Mughal. Termasuk, Gur-e Amir (makam Timur, pengasas Dinasti Mughal, di Samarkand), makam Humayun, Makam Itmad-Ud- Daulah, dan Masjid Jama, Delhi binaan Shah Jahan sendiri di Delhi.

Bila bangunan Mughal awal biasanya diba - ngun dari batu pasir merah, Shah Jahan menganjurkan penggunaan marmer putih dihias dengan batu separa bernilai. Ustaz Ahmad mengumpulkan 20 ribu orang pekerja yang terdiri atas tukang batu, tukang emas, dan peng ukir yang termasyhur dari seluruh dunia.

Sebanyak 43 jenis batu permata, termasuk berlian, giok, kristal, topaz, dan nilam digu- nakan. Kompleks Taj Mahal dilengkapi dengan taman rekreasi seluas 90 ribu meter persegi dengan lorong-lorong berhiaskan bunga. Empat taman makam di Taj Mahal didesain melam- bangkan empat sungai utama di India yang mengalir dari surga. Pembangunan Taj Mahal memakan waktu selama 22 tahun.

Ayat dari Alquran menjadi hiasan utama Taj Mahal. Huruf khat tsulutsi menjadi seni huruf utama. Juru khat bernama Amanat Khan dibawa dari Parsi. Adapun surat-surat Alquran yang menjadi hiasan ialah surah asy-Syams (91), al-Ikhlash (112), al-Fajr (89), adh-Dhuha (93), at-Tin (95), al-Insyirah (94), Yasin (36), at- Takwir (81), al-Infithar (82), al-Insyiqaq (84), al- Bayyinah (98), al-Mulk (67), al-Fath (48), al- Mursalat (77), dan az-Zumar (39). 


Taj Mahal tak hanya dirancang oleh Ustaz Ahmad Lahauri. Arsitek dari seluruh dunia di ke rahkan pula membangun bangunan megah ini. Di anta ranya, arsitek Turki bernama Ustaz Isa dan Isa Mu ham mad Effendi yang mendapat latihan di Kesultanan Turki Usmani. Dia pernah berguru dengan Koca Mimar Sinan Agha.

Kubah Taj Mahal direka oleh Ismail Khan dari Kesultanan Turki Usmani. Qazim Khan dari Lahore menghiasi kubah dengan emas.

Selain itu, ada Chiranjilal seorang pakar dari Delhi, ketua pengukir mozaik. Amanat Khan dari Shiraz, Iran, merupakan ketua khatat. Namanya terukir pada pintu laluan utama. Muhammad Hanif sebagai penyelia. Mir Abdul Karim dan Mukkarimat Khan Shiraz, dua arsitek Iran berwenang dalam pembelian barang. Masih ada peng ukir dari Bukhara, kaligrafi dari Syria dan Persia, serta pemotong batu mozaik dan marmer dari Balochistan.

Bahan bangunan dibawa dari seluruh Asia menggunakan 1.000 ekor gajah. Marmer putih dari Ra jasthan. Permata dari Punjab. Giok dan hablur dari Cina. Firus dari Tibet, lazuardi dari Afghanistan, nilam dari Sri Lanka, dan kamelian dari Arab. Sebanyak 28 jenis batu berharga ter- pakai membangun Taj Mahal. Dana pembangu- nan mencapai lebih dari 40 juta rupee India.

Konon, setelah Taj Mahal dibangun, Shah Jahan menjatuhkan hukuman pancung kepada arsitek Ustaz Ahmad Lauhari. Semua penukang yang terlibat dalam bangunan itu kabarnya dipo- tong tangannya. Ini supaya mereka tidak dapat membangun bangunan yang dapat menandingi Taj Mahal.

Namun, dakwaan tersebut masih menjadi pertikaian. Selain tidak ada bukti, Shah Jahan dikenal sebagai raja yang bijak. 

(selesai)

Kerajaan Islam di India (India-10)



(Telah dimuat di Republika, Selasa, 26 Februari 2013)

Kerajaan Mughal bukanlah kerajaan Islam pertama di anak benua India. Awal kekuasaan Islam di wilayah India terjadi pada masa Khalifah al-Walid dari Dinasti Bani Umayyah. Penaklukan wilayah ini dilakukan oleh tentara Bani Umayyah di bawah pimpinan Muhammad ibn Qasim.

Mughal merupakan kerajaan Islam di anak benua India dengan Delhi sebagai ibu kotanya, berdiri antara tahun 1526- 1858 Masehi. Dinasti Mughal di India didirikan oleh seorang pen- ziarah dari Asia tengah bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1482-1530 Masehi), salah satu cucu dari Timur Lenk dari etnis Mongol, keturunan Jengis Khan yang telah masuk Islam dan pernah berkuasa di Asia Tengah pada abad ke-15.

Kerajaan ini muncul pada saat di Asia kecil berdiri tegak sebuah kerajaan Kesultanan Turki Usmani dan di Persia Kerajaan Safawi. Pada saat yang sama, ketiganya menjadi sebuah negara- negara adikuasa di dunia. Mereka juga menguasai perekonomian, politik, dan militer, serta mengembangkan kebudayaan.

Masa kejayaan Mughal dimulai pada masa pemerintahan Akbar (1556-1605 Masehi) dan tiga raja penggantinya, yaitu Jehangir (1605-1628 Masehi), Shah Jahan (1628-1658 Masehi), terakhir Aurangzeb (1658-1707 Masehi). Setelah itu, kemajuan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikut- nya.

Karya seni yang dapat dinikmati sampai sekarang dan meru- pakan karya seni terbesar yang dicapai oleh Kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan.
Pada masa Akbar dibangun Istana Fatpur Sikri di Sikri. Juga vila dan masjid-masjid yang indah. Pada masa Shah Jahan dibangun masjid berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra. Selain itu, dibangun pula Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.

(bersambung)

Menyambangi Permata Seni Bangunan Islam (India-9)



(Telah dimuat di Republika, Selasa, 26 Feb 2013)

Bahan bangunan- nya diangkut dari seluruh Asia oleh 1.000 ekor gajah.

India merupakan negara dengan penduduk terbesar kedua di dunia. India juga terkenal dengan budayanya. Meski mayoritas penduduk - nya beragama Hindu, sisa kerajaan Islam yang dulu Berjaya di sana masih membuat India memiliki populasi Muslim yang cukup banyak. Sebanyak 174 juta orang India atau 16,4 persennya merupakan Muslim.

Saya bertandang ke India dalam rangka Simposium Internasional Per- himpunan Pelajar Indonesia (SI PPI) Dunia yang diselenggarakan di New Delhi akhir Desember 2012. Simpo- sium ini dihadiri sejumlah delegasi PPI dari 23 negara. Saya masuk dele - gasi PPI Turki. SI PPI Dunia kali ini juga dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang tujuan utama sebenarnya menghadiri ASEAN-India Summit 2012.

Usai acara SI PPI Dunia, panitia penyelenggara mengadakan per- jalanan wisata ke Taj Mahal yang be- rada di Provinsi Agra. Perjalanan dari New Delhi menuju Agra memakan waktu sekitar lima jam. Dengan menggunakan bus sewa, kami tiba di Taj Mahal pada siang hari. Setiba di pintu gerbang, kami berjalan kaki bersama menuju Taj Mahal yang jaraknya sekitar satu kilometer lebih.

Sebelum sampai di pintu gerbang, ka mi melihat para wisatawan lokal su dah mengantre tiket. Antrean untuk masuk pintu gerbang Taj Mahal begitu panjang mengular. Beruntung wisa- tawan lokal dan mancanegara dibe - dakan antreannya. Sebab, harga tiket masuknya juga berbeda. Wisatawan lokal hanya dipungut biaya sebesar 20 rupee Indira atau sekitar Rp 4.000.
Sementara kami, wisatawan asing, dikenai 750 rupee India atau Rp 150 ribu.

Sebelum sampai ke bangunan uta- ma Taj Mahal, kami melihat bangunan-bangunan tua berwarna merah kecokelatan. Di setiap bangunan ham- pir dilengkapi kubah. Ukuran kubah- nya kecil maupun besar. Hampir se- mua bangunan di sekitar Taj Mahal berwarna merah kecokelatan. Hanya Taj Mahal saja yang berbeda war- nanya, yaitu putih. Ini yang men- jadikan Taj Mahal istimewa di antara bangunan-bangunan lain di seki- tarnya.

Setelah mengitari kompleks Taj Mahal, saya menemukan masjid di sebelah bangunan utama Taj Mahal. Bangunan masjid itu hampir sama dengan bangunan lainya di sekitar kompleks Taj Mahal. Setelah mengam- bil wudhu, saya melaksanakan shalat jamak Zhuhur dan Ashar.

Selesai shalat, saya berbincang dengan imam masjid yang setia me- nunggu masjid itu. Namanya Imam Shadiq (40 tahun). Imam Shadiq su- dah 10 tahun menjadi imam di masjid yang terletak di pinggir Sungai Ya- muna tersebut. Ia bercerita bahwa menjadi imam merupakan pekerjaan turun-temurun di keluarganya.

Ayah Imam Shadiq menjadi imam di masjid Taj Mahal selama 40 tahun. Sang kakek juga menjadi imam di sana selama 30 tahun. Ketika berbincang, Imam Shadiq menceritakan gaji yang diberikan Pe- merintah India kepadanya. \"15 rupee,\" ujarnya. Itu berarti Rp 3.000 per bulan.

(ed: indira rezkisari)

(bersambung)

Jumat, 01 Februari 2013

Andrea Hirata Berbagi Mimpi di Ankara Turki




REPUBLIKA.CO.ID, Penulis sukses Andrea Hirata berbagi mimpi di acara 1 Tahun Gema Ilmiah Ankara (GIA) dengan para pelajar dan masyarakat Indonesia di Ankara Turki akhir pekan lalu, 26 Januari 2013.

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Turgut Ozal ini dihadiri oleh sekitar 300-an peserta yang datang dari berbagai kota seperti Ankara, Istanbul, Trabzon, Antalya dan Izmir.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Nahari Agustini dalam sambutannya mengatakan acara ini adalah acara yang sangat baik untuk para pelajar. Berbagi pengalaman sekaligus akademis ini untuk memberikan motivasi kepada seluruh pelajar yang ada di Turki.

“Kami mendukung semua kegiatan pelajar yang positif,” kata Nahari.

Andera Hirata banyak bercerita dan menjawab berbagai pertanyaan dalam diskusi ini. ia bercerita bahwa novel pertama Laskar Pelangi niat awalnya bukan untuk dicetak dan dijual.
Penulisan Laskar Pelangi sebenarnya, cerita Andrea, untuk dihadiahkan kepada guru yang paling berpengaruh dalam hidupnya yaitu Ibu Muslimah.

“Ini sebuah kecelakaan,” ungkap Andrea.

Kemudian novel itu diterbitkan oleh Bentang Pustaka milik Mizan. Awal bedah novel terjadi di pelataran Masjid Salman ITB dengan dihadiri oleh empat peserta. Namun, sebulan kemudian setelah novel Laskar Pelangi laris di pasar, peserta yang hadir membahas buku ini lebih dari seribu orang.

Penulisan novel ini dilakukan dengan riset yang serius selama bertahun-tahun. Andrea yang mengaku tidak pernah belajar menulis sastra sebelum menulis novel ini mengatakan hanya butuh satu bulan untuk menulis novel namun riset bisa memakan waktu bertahun-tahun.

 “Mungkin riset untuk sebuah novel bisa mencapai 90 persen dan 10 persennya menuliskannya,” kata penyuka jalan-jalan ini.

Karya sastra, ujar Andrea, bisa sangat powerful mempengaruhi peeradaban dan kebudayaan. Kemajuan dunia literasi sangat ditentukan dengan dua hal yaitu sebuah keseimbangan antara penulis dan pembaca. Ada para penulis yang terus produktif di satu sisi, dan ada para pembaca yang terus berkembang di sisi lain.

Penulis, menurutnya, teruslah menulis. “Saya adalah salah satu anak kampung, tapi saya sampai di titik ini karena kegigihan saya dalam menulis. If I can do it, you can do it,” ujarnya yang pernah tinggal lama di luar negeri itu.

Saat ditanya peserta mengapa Andrea tidak menulis buku motivasi, ia menjawab bahwa dalam beberapa keadaan di beberapa negara tertentu fiksi lebih bertenaga daripada buku-buku motivasi dan buku ilmiah dan serius. Ada banyak tulisan yang ide dasarnya ilmiah, tapi dengan bentuk fiksi. Ini membuktikan satu hal bahwa riset ilmiah ini amat penting.

“Karena pesannya harus sampai secara efektif ke pembaca,” katanya.

Andrea mengungkapkan kehadirannya di Turki adalah yang bersejarah. Pasalnya novel Laskar pelangi yang diterjemahkan dalam 17 bahasa asing di 78 negara, Turki merupakan negara pertama yang ia kunjungi dan melihat secara langsung novel berbahasa asing di negaranya.

Novel Laskar Pelangi dalam bahasa Turki adalah Gokkusagi Askerleri yang diterbitkan oleh penerbit Butik Yayincilik bertuliskan di covernya International Best Seller.

Ketua Gema Ilmiah Ankara (GIA), Arnachani Riaseta Sukotjo dalam sambutannya bercerita tentang awal mula berdirinya GIA. Berawal dari pesan inbox di Facebook dari Deden Mauli Darajat, Baiquni dan Ahmad Faris, yang mengajak adanya diskusi ilmiah namun dengan konsep lebih santai dan popular pada 10 Desember 2011.

“Sejak itu GIA berdiri dan saya ditunjuk menjadi ketuanya,” ungkap mahasiswi Universitas Bilkent yang biasa dipanggil Chani ini.

Selain berdiskudi dan berbagi mimpi, acara ini juga diisi dengan berbagai hiburan. Meda Kawu sebagai penyanyi dari laskar pelangi song book memeriahkan acara ini, ia menyanyikan beberapa lagu seperti cinta gila dan laskar pelangi ciptaan Andrea Hirata. Bahkan Andrea Hirata sebelum mengisi acara juga tampil memetik gitar dengan diiringi suara merdu Meda.

Selain itu para pelajar di Ankara juga menampilkan beberapa seni dan hiburan seperti tari saman, angklung dan penampilan lagu Turki yang dinyanyikan oleh Wanti dan Putra, mahasiswa Indonesia yang tinggal di Ankara dan Antalya. Acara ini didukung oleh KBRI Ankara, Kantor Atase Pertahanan RI di Ankara, Turkish Airlines, Universitas Turgut Ozal dan PPI Ankara.

Pengirim: Deden Mauli Darajat, Mahasiswa Indonesia yang studi di Ankara, Turki

Redaktur : Heri Ruslan

Sumber Berita: http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/kabar/13/02/01/mhildw-andrea-hirata-berbagi-mimpi-di-ankara-turki