Kang Deden

Tidak ada awal, akhir ataupun pertengahan, sebab yang ada hanyalah perjalanan.

Kang Deden

Orang besar ialah orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Kang Deden

Berlarilah mengejar impian. Disana terdapat indahnya kehidupan.

Kang Deden

Berjalanlah, engkau akan mendapatkan banyak pelajaran.

Kang Deden

Tenangkan hatimu, karena itu sumber kebahagiaan.

Sabtu, 18 April 2026

A bird in the hand is worth two in the bush.


Dulu pernah ada yang bertanya bagaimana kalau saya pindah pekerjaan. Saya katakan padanya bahwa, jangan dulu pindah kalau kamu belum mendapatkan pekerjaan yang baru. 

Saya kutipkan sebuah pepatah: A bird in the hand is worth two in the bush. Kurang lebih begini pemahamannya: jangan kau lepas burung di tanganmu, sementara kau masih memburu burung di tangkai pohon. Kamu akan kehilangan semuanya. 

Persis seperti apa yang saya baru saja tonton di sebuah film. Seorang pemuda mengembara ke sebuah negeri yang belum pernah ia kunjungi. Bahkan ia datang tanpa dokumen dan uang sepeser pun.

Ia terdampar di sebuah pulau. Polisi setempat mencari orang-orang yang menyelundup ke negara nya. Pemuda itu berpura pura sebagai pelayan di hotel di pulau tersebut. Sampai suatu malam ada pertunjukan sulap dan pemuda itu diminta membantu nya. 

Usai pertunjukan tersebut, ia diberi kartu nama si pesulap. Datanglah ke kotaku, temui aku, dan kau akan bekerja denganku. Kata si pesulap sebelum ia meninggalkan pulau tersebut. Si pemuda girang bukan main. 

Pemuda itu kemudian mencari cara untuk keluar dari pulau hanya untuk datang ke kota si pesulap. Ia berhasil kabur dari pulau itu. Dalam perjalanan menuju kota si pesulap, ia menumpang kendaraan dan rumah orang orang yang ia temui.

Ia pun mencari kerja agar mendapat uang dengan tujuan untuk bertemu si pesulap. Sampai kemudian ia mendapatkan uang tersebut dan tibalah di kota yang ia impikan.

Meski ia kesulitan mencari alamat si pesulap, namun akhirnya ia ditunjukkan oleh seorang kakek bahwa di sebuah teater si pesulap akan tampil. Ia pun datang dan bertemu dengan si pesulap yang ia sangat harapkan itu.

Rupanya si pesulap mengabaikan si pemuda tersebut. Begitu kecewa nya si pemuda. Film pun berakhir. 

Padahal awalnya saya pikir ending film ini adalah kesuksesan datang di akhir setelah perjuangan dan perjalanan panjang. Ternyata si sutradara lebih memilih untuk mengakhiri film dengan kehampaan.

Cerita ini seperti menggambarkan kata kata di awal tulisan. Tentang pepatah di atas. Pemuda itu sangat terobsesi dengan harapan nya. Ia melepaskan semua yang pernah ia dapatkan di tengah perjalanannya demi sesuatu yang belum tentu kejelasannya.