Hei, kalau hari ini hidup terasa berat, duduklah sebentar. Tarik napas pelan. Kamu tidak sendirian.
Ada satu hal yang perlu kamu dengar—bukan sebagai ceramah, tapi sebagai kabar baik dari seorang Nabi yang sangat mencintaimu. Nabi Muhammad ﷺ pernah berkata:
“Syafaatku diperuntukkan bagi orang-orang yang melakukan dosa besar dari umatku.”
Coba resapi kalimat itu perlahan. Tidak ada ancaman di sana. Tidak ada penghakiman. Yang ada justru kasih sayang yang lembut, seperti seseorang yang berkata, “Aku tahu kamu lelah. Aku tahu kamu pernah jatuh. Tapi aku belum meninggalkanmu.”
Jangan Takut, Nabimu Tahu Kamu Tidak Sempurna
Nabi Muhammad ﷺ tahu betul siapa umatnya. Beliau tahu bahwa kita bukan malaikat. Kita bisa salah, bisa tergelincir, bisa kalah oleh diri sendiri. Dan justru karena itulah beliau berkata seperti itu.
Kalimat itu bukan untuk orang-orang yang merasa paling suci. Ia untuk kamu yang pernah kecewa pada diri sendiri. Untuk kamu yang pernah bertanya, “Masih adakah harapan setelah semua yang aku lakukan?”
Jawabannya: masih. Dan bukan sedikit.
Nabimu sangat baik. Bahkan sebelum kamu lahir, beliau sudah memikirkanmu. Ketika diberi kesempatan menyimpan doa paling mustajab, beliau tidak menggunakannya untuk kekuasaan, harta, atau kemenangan dunia. Beliau menyimpannya untuk hari ketika umatnya paling membutuhkan pertolongan: hari kiamat.
Hidup Ini Berat, Tapi Kamu Tidak Ditinggalkan
Ada hari-hari ketika iman naik, dan ada hari ketika iman terasa nyaris habis. Ada masa ketika kita rajin berdoa, dan ada masa ketika doa terasa kering. Semua itu manusiawi.
Islam tidak pernah meminta kamu sempurna. Islam hanya meminta kamu jujur: jujur bahwa kamu lemah, dan jujur bahwa kamu ingin kembali.
Syafaat Nabi bukan alasan untuk berbuat dosa, tapi alasan untuk tidak menyerah. Bukan pembenaran atas kesalahan, tapi pengingat bahwa pintu pulang masih terbuka.
Kalau kamu sedang jatuh, Nabi tidak bertanya, “Mengapa kamu seburuk ini?”
Beliau seakan berkata, “Bangkit pelan-pelan. Aku menunggumu.”
Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain
Mungkin kamu melihat orang lain tampak lebih saleh, lebih rapi ibadahnya, lebih tenang hidupnya. Jangan biarkan itu membuatmu merasa tidak pantas.
Setiap orang punya luka yang tidak dipamerkan. Setiap orang punya dosa yang disembunyikan. Yang membedakan hanyalah satu hal: siapa yang terus mencoba kembali.
Dan jangan lupa, bisa jadi orang yang paling hancur hatinya hari ini justru paling dekat dengan Allah karena air mata taubatnya.
Nabimu Tidak Mengusirmu
Ini penting kamu tahu: Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah mengusir umatnya yang berdosa. Beliau tidak berkata, “Pergilah, kamu terlalu kotor.” Justru beliau berkata bahwa syafaatnya disiapkan untuk mereka yang dosanya besar—selama iman masih hidup di dada.
Kalau kamu masih bisa merasa bersalah, itu pertanda hatimu belum mati. Kalau kamu masih ingin berubah, itu tanda Allah belum menutup pintu-Nya.
Dan kalau kamu membaca tulisan ini, barangkali ini cara Allah mengatakan: “Jangan menyerah dulu.”
Jalani Hidup Ini dengan Harapan
Jangan takut menjalani hidup ini. Jangan merasa kamu berjalan sendirian. Ada Nabi yang mendoakanmu, ada Tuhan yang Maha Pengampun, dan ada harapan yang tidak pernah benar-benar padam.
Kamu boleh lelah. Kamu boleh jatuh. Tapi jangan berhenti.
Karena nabimu sangat baik.
Dan cinta seperti itu… tidak pernah sia-sia.




0 komentar:
Posting Komentar